Efek Samping Diet Keto Yang Perlu Anda Ketahui

Setiap perubahan membutuhkan proses dan adaptasi yang sering menciutkan nyali pelakunya. Begitu juga dengan diet keto. Ada beberapa efek samping dari diet keto yang perlu anda ketahui, dimana kalau nanti anda merasakannya, anda tahu bahwa anda di jalan yang benar sekaligus bagaimana antisipasi dari efek samping ini. Ketika anda mulai, biasanya anda akam merasakan 6 gejala ini :

Induction Flu

Berupa rasa sakit kepala / pusing, mual, lesu, cepat lelah bahkan ada yang cepat marah dan sulit berpikir. Terdengar mengerikan memang, tapi kabar baiknya, sindrom-sindrom tersebut akan hilang sendiri dalam beberapa hari – bahkan bisa dihindari sedari awal. Penyebab utama sindrom-sindrom diatas adalah karena tubuh mengalami dehidrasi dan/atau kekurangan asupan garam disebabkan meningkatnya produksi urine.

Yang perlu dilakukan :

Tingkatkan asupan garam dan cairan ke tubuh. Dengan air putih atau anda bisa membuat air kaldu yang diberi garam secukupnya. Sebagai ilustrasi, apabila anda minum air putih dicampur  ½ sendok teh garam di dalam gelas besar, bisa meminimalkan efek samping induction flu ini antara 15 – 30 menit.

Anda juga bisa meningkatkan asupan protein dan lemak dari makanan. Karena prinsip diet keto adalah tanpa rasa lapar, maka anda tidak disarankan untuk menahan lapar. Perlu diketahui, meningkatkan kadar garam, lemak dan asupan air putih tidak akan menghilangkan sindrom induction flu secara total karena ada beberapa sindrom yang akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh anda mulai beradaptasi dengan kondisi karbohidrat rendah dan mulai membakar lemak sebagai energi.

Keram Kaki

Ini juga merupakan hal yang biasa terjadi pada permulaan diet keto, tidak terlalu serius kedengarannya, walau kadang sangat menyakitkan.penyebab utamanya adalah kekurangan magnesium karena produksi urine yang meningkat

Yang perlu dilakukan :

Sama seperti sindrom induction flu, anda perlu meningkatkan asupan air putih dan garam. Bila diperlukan bisa juga ditambah dengan suplemen magnesium tablet.

Sembelit

Karena pola makan anda berubah, maka sistem pencernaan pun harus melakukan penyesuaian dengan kondisi tersebut. Ini lah penyebab utama sindrom sembelit yang terjadi pada fase-fase awal diet keto.

Yang perlu dilakukan :

Again, jaga tingkatan asupan garam dan perbanyak air putih karena dehidrasi adalah masalah utama semua sindrom ini temasuk sembelit. Yang kedua, tingkatkan konsumsi sayuran terutama jenis daun seperti sawi, bayam, brokoli dan serat dari tanaman psyllium husk yang bisa anda beli secara online.

Nafas Tidak Sedap

Perlu dibedakan, ini bukan berasal dari bau mulut. Bau nafas tidak sedap ini berasal dari acetone di tubuh yang sedang menjalani fase ketonis. Ini adalah sebuah pertanda tubuh anda sedang membakar lemak sebagai bahan bakar energi. Sindrom ini tidak terjadi pada semua orang, dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu. Ketika tubuh anda sudah beradaptasi dengan pola makan yang baru, makan tubuh anda akan berhenti mengleuarkan ketonis melalui nafas dan keringat.

Yang perlu dilakukan :

Seperti biasa, perbanyak minum air putih dan jaga tingkatan asupan garam pada level lebih tinggi dibanding sebelum diet keto. Anda juga bisa mengakali dengan menjaga kebersihan mulut, walau bau ini datang dari paru-paru anda – bukan dari mulut, tapi paling tidak bisa mengurangi.

Jantung Berdebar

Berkurangnya cairan dan kadar garam dalam tubuh menjadikan aliran darah tidak selancar sebelumnya, inilah yang menyebabkan jantung jadi berdebar bahkan ada yang merasakan detakan jantung lebih kencang dari biasanya. Ini adalah hal normal pada fase awal diet keto.

Yang perlu dilakukan :

Biasanya sindrom ini bisa diantisipasi dengan air putih dan asupan garam yang cukup, apabila tidak bisa, mungkin bisa disebabkan oleh hormon tubuh yang dilepaskan untuk menjaga kadar gula darah. Bila sebelumnya anda tidak memiliki masalah dengan diabetes atau tekanan darah tinggi maka hal ini adalah normal dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu.

Apabila anda khawatir karena ini menyangkut organ vital, anda bisa menaikkan sedikit demi sedikit asupan kadar karbohidrat dalam tubuh anda. Sudah tentu cara ini akan mempengaruhi hasil dari diet keto anda nantinya.

Badan Terasa Cepat Lelah

Tubuh manusia tentu saja akan memerlukan waktu untuk beralih dari kondisi pembakar gula menjadi pembakar lemak untuk energi. Nah pada masa peralihan itulah badan akan terasa cepat lelah.

Namun hal ini bisa ditolong dengan asupan air dan garam yang cukup. Namun setelah fase ini lewat, tubuh anda akan memiliki energi yang lebih dibanding ketika anda masih mengkonsumsi gula dan karbohidrat.

Ada juga beberapa sindrom lain yang dirasakan sebagian orang. Walau bukan termasuk sindrom yang umum terjadi, tapi mungkin terjadi juga ke anda, beberapa diantaranya adalah :

  1. Rambut rontok. Walau hal ini juga terjadi pada diet kalori, hal ini juga aterjadi di diet keto bagi sebagian orang. Namun seperti sindrom lain diatas, sifat hanya sementara atau pada fase awal saja. Setelah beberapa bulan, rambut rontok anda biasanya akan kembali tumbuh seperti semula.
  2. Kolesterol naik. Di satu sisi, kenaikan kolesterol baik (HDL) adalah hal bagus karena mengurangi resiko serangan jantung. Tapi kenaikan HDL ini juga pasti diikuti oleh kenaikan kolesterol jahat (LDL). Kenaikan ini biasanya tidak signifikan. Walau demikian, apabila anda merasa kenaikan kolesterol anda tidak normal, anda bisa lakukan antisipasinya dengan : makan hanya ketika lapar, kurangi kadar butter; lemak kelapa atau minyak MCT pada minuman anda, coba mengkonsumsi lemak tak jenuh atau pertimbangkan untuk menjalani puasa internittent.
  3. Minuman beralkohol? Mungkin anda hanya bisa mengkonsumsi alkohol hanya setengah dari porsi biasa anda. Tapi ini bukan masalah besar karena budaya orang Indonesia tidak biasa minum minuman beralkohol.
  4. Encok. Banyak orang menyangka bahwa diet keto akan menyebabkan encok, hal ini tidak benar. Yang benar adalah diet keto meningkatkan resiko terkena encok. Itupun hanya pada 6 minggu pertama, karena setelah fase itu lewat maka resiko tersebut akan berkurang dan hilang. Resiko ini bisa terjadi karena asupan protein meningkat sehingga meningkatkan kadar asam urat di tubuh.

Asam Urat

Namun hal ini tidak menjadi masalah selama kadar asam urat yang tinggi ini tidak terkontaminasi dengan asupan gula dan/atau karbohidrat yang tinggi. Kombinasi asam urat + gula/karbohidrat inilah yang akan menimbulkan penyakit. Selama kadar asam urat tidak “bertemu” dengan gula dan/atau karbohidrat, asam urat tersebut bisa menjadi bagian dari sistem antibodi tubuh anda.

Tetapi apabila dirasa terganggu dengan kenaikan asam urat ini, bisa diatisipasi dengan mengurangi asupan purin dari makanan yang banyak terdapat dalam sea food dan sayuran berdaun hijau gelap.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *